Pelaksanaan mata kuliah Tugas Akhir merupakan akhir perjalanan mahasiswa prodi Arsitektur dimana karya yang dihasilkan merupakan ramuan secara komprehensif dari berbagai materi kuliah yang pernah dijalani oleh mahasiswa selama menjalani studi sesuai kurikulum yang ditempuh.
Selain implementasi pengetahuan secara akademik, berbagai wawasan melalui observasi terstruktur maupun mandiri juga menjadi bekal peningkatan capaian produk karya Tugas Akhir.

 

Proses Penjurian
Proses Penjurian
Presentasi Peserta
Presentasi Peserta

Pengujian hasil karya yang dilakukan secara internal prodi tentu merupakan upaya untuk menyatakan tingkatan kesiapan peserta didik untuk layak tampil setelah keluar kampus sebagai alumni, namun pertanyaannya apakah sudah cukup hanya berbekal pengujian internal saja ?
Apakah pengetahuan, pengalaman, wawasan baik yang dimiliki dosen ataupun mahasiswa sudah cukup tanpa adanya respon dari pihak eksternal ?

Proses Penjurian
Proses Penjurian

Hal ini yang mendasari prodi Arsitektur membuka diri untuk memperoleh ‘feedback’ melalui program penjurian oleh pakar di bidang Arsitektur ataupun pelaku sesuai dengan fungsi yang ditugaskan dalam judul Tugas Akhir. Kegiatan ini sudah berlangsung 8 tahun sejak pertama kali dilakukan yaitu pada semester genap 2009-2010. Sampai dengan semester ganjil 2015-2016, juri berasal dari wilayah Jawa Barat. Prodi berkeinginan agar gaung potensi lulusan dan pengajaran sampai pada tingkat nasional sehingga juri pun mulai dilibatkan dari pakar skala Nasional atas rekomendasi asosiasi profesi Arsitek Indonesia – Ikatan Arsitek Indonesia Nasional.

 

Persaingan

Proses Penjurian
Proses Penjurian

untuk memperoleh kedudukan/lapangan kerja kian hari kian ketat yang tentunya juga harus dimbangi dengan kualitas daya saing lulusan, sehingga sejak tahun ajaran 2016-2017, prodi Arsitektur memberanikan diri meyatakan kesiapannya untuk dinilai kualitas karya Tugas Akhir secara Internasional – tentu dengan segala konsekuensi turutannya seperti rasa percaya diri mahasiswa mempresentasikan karya dalam bahasa Inggris dan kritik membangun untuk koreksi internal dari pelaku professional Arsitek di kancah lokal-nasional dan internasional. Kualitas juri dipilih dari profesional yang bernaung dalam forum Asosiasi Arsitek Asia (ARCASIA) dengan anggota 21 negara se Asia.

Untuk Tugas Akhir Award tahun akademik 2017-2018 ini dinilai oleh 3 orang juri profesional antara lain :

  1. Saifuddin Ahmad, anggota Pertubuhan Arkitek Malaysia dan saat ini juga menjabat sebagai vice chairman Arcasia zone B
  2. Archica Danisworo, anggota Ikatan Arsitek Indonesia dan saat ini juga berperan sebagai ‘reprensentative’ IAI dalam komisi “Professional Practice-ACPP’ Arcasia
  3. Achmad D. Tardiyana, anggota Ikatan Arsitek Indonesia dan saat ini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Keprofesian Ikatan Arsitek Indonesia provinsi Jawa Barat.
para juri
Para juri (kiri ke kanan) : AR. M. Archica Danisworo, Ar.H. Saifuddin Ahmad, Ar. Achmad Tardiyana

Benefit bagi mahasiswa, khususnya mereka yang memperoleh nilai A dan layak untuk tampil dalam kompetisi adalah peluang direkrut oleh para juri yang notabene juga memiliki/bekerja sebagai ‘senior Architect’ perusahaan konsultan Arsitektur.

Tahapan pemilihan karya terbaik dilakukan dengan cara masing-masing juri memilih 10 karya terbaik dari seluruh peserta tugas akhir yang dikompetisikan. Dari 10 karya terbaik versi masing-masing juri, dinilai ulang secara bersama oleh seluruh juri untuk mendapatkan 3 karya terbaik.

Nominator Pemenang TAA
Nominator Pemenang TAA

Kategori karya terbaik terbagi menjadi 3 kategori yaitu : Golden award diraih oleh Ading Amirul Haji , Silver award diraih oleh Ryantio Setya Gemilang  dan Bronze award diraih oleh Yasinta Rachma Maulani .

Peraih Award
Peraih Award ketiga dari kiri ke kanan : Yasinta (Bronze), Ryantio (Silver), Ading (Gold)

Prodi Arsitektur Itenas mengucapkan selamat dan bangga atas keberhasilan mahasiswa meraih award tersebut serta menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi untuk para juri yang telah memberikan penilaian dalam Tugas Akhir Award ini.